Selasa, 11 November 2014

IBADAT SABDA


HARI MINGGU BIASA KE XXXIII/AII
TALENTA HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN
  

1.    PERSIAPAN
-        Para petugas di sakristi hendaknya mempersiapkan diri.
-        Sedapat mungkin semua petugas memakai jubah
-        Keheningan hendaknya dijaga di sakristi dan di tengah umat agar masuk ke dalam suasana doa.
-        Sebelum perarakan, pemimpin lebih dulu memimpin doa bersama peserta perarakan.
-        Perlu petugas penerima umat, dan mengatur tempat duduk umat (fakultatif)

RITUS PEMBUKA

2. PERARAKAN                                                                                                                             Berdiri
-        Diiringi dengan lagu perarakan
-        Urutan perarakan:
*       pembawa dupa berasap (khusus hari raya), fakultatif,
*       para pembawa lilin bernyala mengapit pembawa salib pancang,
*       para pelayan lain,
*       Lektor (L) atau pembawa Evangeliarium,
*       para pendamping (P1, P2, ...),
*       Pemimpin
-        Setelah tiba di depan altar para petugas memberi hormat, membungkuk khidmat lalu pergi ke tempat duduk masing-masing.
-        Para pembawa simbol Kristus, cukup dengan menunduk.
-        Mereka duduk di kursi pemimpin
-        Diiringi nyanyian pembuka atau antifon pembuka/ Mazmur, kegiatan lain yang mendukung.


Nyanyian Pembuka     : PS 337

3.         TANDA SALIB
-               Dibawakan oleh Pemimpin dari kursi pemimpin bukan dari altar, atau tempat yang sentral.
-               Sambil membuat tanda salib, dinyanyikan/diucapkan dengan lantang.

P          Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U         Amin.

4.         SALAM
Dengan tangan terkatup, pemimpin menyanyikan/ mengucapkan salam.
Hendaknya dipilih salam yang khas untuk awam, bisa dikutip dari TPS KAM 1989, dan PSHMR KWI 2013, mis:
1
P          Marilah kita mengagungkan nama Tuhan.
U         Ya Tuhan, betapa mulia namaMu di seluruh bumi.

2
P          Semoga kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, cintakasih Allah, dan persekutuan Roh       
            Kudus beserta kita.
U         Sekarang dan selama-lamanya.

5.         KATA PENGANTAR
-               Disampaikan oleh Pemimpin atau pendamping (yang berhomili)
-               teksnya dikutip dari Buku Missale / Sakramentarium dan terbuka kemungkinan untuk disusun sendiri

P1        Saudara-saudari terkasih.
            Hidup yang dianugerahkan Allah kepada manusia
     ibarat modal dengan berbagai kemungkinan.
     Kita wajib mengolahnya sesuai dengan bakat kita masing-masing
     dan mengusahakannya agar dapat berkembang dan berbuah.
     Pada saat kedatangan-Nya kembali,
     Kristus akan meminta pertanggungjawaban.
     Hamba yang setia dan rajin akan menerima pahala
     yang sungguh menggembirakan,
     sedangkan yang malas dan pasif tidak memperoleh apa-apa.

6.         TOBAT                                                                                                                 Berlutut/Berdiri
-               Dibawakan oleh pemimpin
-               Dimulai dengan ajakan dan tobat, teksnya dikutip dari PSHMR KWI.

P          Saudara-saudari,
            di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita
            marilah menyesali dan mengakui segala dosa,
            serta memohon ampun atas segala kekurangan kita
            supaya pantas bertemu dengan Dia
            dan layak merayakan sabda penyelamatan-Nya.

Hening sejenak

P          Marilah kita ungkapkan sikap tobat kita dengan mengucapkan doa:

Kemudian seluruh umat mengakui dosa dengan salah satu rumus Tobat berikut ini.

P+U     Saya mengaku
                        kepada Allah yang mahakuasa
                        dan kepada saudara sekalian,
                        bahwa saya telah berdosa
                        dengan pikiran dan perkataan,
                        dengan perbuatan dan kelalaian.
                        Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
                        Oleh sebab itu saya mohon
                        kepada Santa Perawan Maria,
                        kepada para malaikat dan orang kudus
                        dan kepada saudara sekalian,
                        supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

-               Dengan tangan terkatup, pemimpin memohonkan Absolusi, pilih salah satu, mis:

1
P          Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita.
     Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya
     serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera

Atau:

2
        Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita,
        mengampuni dosa kita dan
        mengantar kita ke hidup yang kekal.

U          Amin.

7.         TUHAN KASIHANILAH (PS No. 351)
-               Teks dan pelaksanaannya seturut TPE 2005. Rumusan di bawah ini dapat diucapkan atau dilagukan

P          Tuhan, kasihanilah kami.
U         Tuhan, kasihanilah kami.
P          Kristus kasihanilah kami
U         Kristus kasihanilah kami
P          Tuhan, kasihanilah kami
U         Tuhan, kasihanilah kami

8.         KEMULIAAN (PS No. 352)                                                                                              Berdiri

-               dinyanyikan sesuai masa liturgi, dan tingkat perayaannya.
-               Diawali oleh Pemimpin atau solis

Kemuliaan kepada Allah di surga,
dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.
Kami memuji Dikau.
Kami meluhurkan Dikau
Kami menyembah Dikau
Kami memuliakan Dikau.
Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
Ya Tuhan Allah, Anak domba Allah, Putra Bapa.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami
Karena hanya Engkaulah kudus.
Hanya Engkaulah Tuhan.
Hanya Engkaulah mahatinggi, ya Yesus Kritus.
Bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.

9.         DOA PEMBUKA                                                                                                                Berdiri
-               Teksnya disusun berdasarkan Buku Missale atau Sakramentarium
-               dibawakan oleh pemimpin
-               Setelah ajakan “Marilah berdoa” ada saat hening

P          Marilah berdoa. Hening
            Allah Bapa yang mahabaik,
    Engkau berkenan menghimpun kami
    di dalam perayaan ini.
    Utuslah Roh-Mu untuk menyemangati kami
    supaya dalam ibadat ini hati kami sungguh terbuka
    untuk menerima dan merenungkan sabda-Mu.
   Semoga dengan demikian,
   kami semakin menyadari tanggungjawab kami
   untuk mengembangkan bakat-bakat dan kasih karunia
   yang Kaulimpahkan kepada kami.
   Dengan pengantaraan Yesus Kristus,
   Putra-Mu, Tuhan kami,
   yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
   hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U       Amin.
           
LITURGI SABDA

-               Buku Bacaan yang dipakai LECTIONARIUM dan EVANGELIARIUM
-               Buku Mazmur dari terbitan Komlit KWI
-               Bacaan mengikuti penanggalan liturgi dan pelaksanaannya mengikuti TPE 2005.
-               Semua bacaan dibawakan dari Ambo
               
10.       BACAAN I                                                                                                                          Duduk
L          Bacaan dari Kitab Amsal
Tanpa membacakan judul, bab, dan ayat.                                                                                        Ams 31: 10-13, 19- 20, 30- 31

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,
suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Istri yang cakap berbuat baik kepada suaminya
dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Ia mencari bulu domba dan rami,
dan senang bekerja dengan tangannya.
Tangannya ditaruhnya pada jentera,
jari-jarinya memegang pemintal.
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas,
mengulurkan tangannya kepada yang miskin.
Kemolekan adalah bohong
dan kecantikan adalah sia-sia,
tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya,
biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Bacaan diakhiri dengan:

L          Demikianlah Sabda Tuhan.                
U         Syukur kepada Allah.

HENING SEJENAK

11.       MZM. TANGGAPAN                                                                              128: 1-2, 3, 4-5; Ul: lih.1a
Ulangan:

Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

Mazmur: oleh pemazmur

1.        Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkannya.
Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2.        Istrimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu;
Anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun
di sekeliling mejamu!

3.        Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan
Orang laki-laki yang takwa hidupnya.
Kiranya Tuhan memberkati engkau dari sion;
Boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

11.       BACAAN II

L          Bacaan dari Surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika                         1 Tes 5: 1-6

Tanpa membacakan judul, bab, dan ayat.

Tetapi tentang zaman dan masa,
saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
karena kamu sendiri tahu benar-benar,
bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Apabila mereka mengatakan:
Semuanya damai dan aman
maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan,
seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin
mereka pasti tidak akan luput.
Tetapi kamu, saudara-saudara,
kamu tidak hidup di dalam kegelapan,
sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
karena kamu semua adalah anak-anak terang
dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam
atau orang-orang kegelapan.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur
seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Bacaan diakhiri dengan:

L          Demikianlah Sabda Tuhan.                
U         Syukur kepada Allah.

HENING SEJENAK

12.       BAIT PENGANTAR INJIL/ ALLELUYA                                                                      Berdiri
-               Dinyanyikan pemazmur dari ambo. Saat Paska oleh Pemimpin.
-               pendamping/ pemimpin sendiri mengambil evangeliarium dari altar atau tempat yang disediakan menuju ambo

S          Alleluya.          U         Alleluya
S          Tinggallah di dalam Aku
     dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.
     Siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,
     Ia berbuah Yoh. 15: 4a, 5b
U         Alleluya

13.       BACAAN INJIL
                                                                                
-               Diawali pendamping (P2) dengan dialog:
P2        Semoga Tuhan beserta kita.               
U         Sekarang dan  selama-lamanya.
P2        Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius                                                       Mat 25: 14-15, 19-21
-             Kemudian Pemimpin dan seluruh umat membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
-             Kemudian ia memaklumkan Injil.             

Pada suatu hari
Yesus mengemukakan perumpamaan berikut
kepada murid-murid-Nya,
“Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang
yang mau bepergian ke luar negeri,
yang memanggil hamba-hambanya
dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta,
yang seorang lagi dua, dan yang seorang lain lagi satu,
masing-masing menurut kesanggupannya.
Lalu ia berangkat.
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu,
lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Hamba yang menerima lima talenta itu datang
dan ia membawa laba lima talenta, katanya:
Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku.  
Lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Lalu kata tuannya itu kepadanya:
Baik sekali perbuatanmu itu,
hai hambaku yang baik dan setia.
Engkau telah setia
memikul tanggungjawab dalam perkara kecil,
maka aku akan memberikan kepadamu
tanggung jawab dalam perkara yang besar.
Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
14.       AKLAMASI SESUDAH INJIL
-               Diakhiri dengan berkata/ menyanyikan:

P2        Demikianlah Injil Tuhan.
U         Terpujilah Kristus.
-               Saat aklamasi itu, Kitab itu dapat ditinggikan. Hendaknya ditimbang rasa hormat mengangkatnya.

15.       HOMILI                                                                                                                               Duduk

-              Homili hendaknya dibawakan oleh Pemimpin, namun karena alasan tertentu dapat juga diserahkan kepada pendamping.
-              Sesudah Homili, sangat baik diadakan saat HENING SEJENAK


         Setiap kita manusia terlahir ke dunia ini pasti memiliki tanggungjawab. Tanggungjawab yang kita pikul bisa dalam jumlah yang berbeda-beda. Diharapkan dengan tanggungjawab itu, sebagai pribadi harus dapat mempertangungjawabkan hingga tiba waktu pembuktian pertanggungjawaban. Pertangungjawaban bukan sekedar menjaga sesuai dengan jumlah yang diberi kepada masing-masing orang, akan tetapi harus juga dikembangkan.
Demikian dalam bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan hari ini. Injil mengilustrasikan tanggungjawab itu seperti semacam memperkembangkan talenta. Talenta dipahami sebagai karunia-karunia spiritual yang diberikan Tuhan kepada Gereja=umat-Nya. Setiap orang sebagai bagian dari Gereja dituntut untuk dapat memperkembangkan talenta tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas karunia-karunia pemberian-Nya guna pembangunan Gereja/jemaat. Yang memperkembangkan talenta akan diganjari=diberi upah dua kali lipat bahkan berlipatkali ganda. Bukan itu saja, malahan dipuji dan disebut oleh tuan sebagai hamba yang setia, diberi tanggungjawab yang besar, dan yang istimewa lagi turut serta diikutsertakan dalam kebahagiaan sang tuan.
Maka pantaslah bahwa setiap orang yang mau bertanggungjawab dalam hidupnya melalui talenta-talenta yang dimiliki dianugerahi kebahagiaan. Kebahagiaan bukan saja dari sesamanya, tetapi juga dari sesama umat beriman yakni Gereja-Nya dan dari Tuhan sendiri. Dalam bacaan pertama diceritakan tentang “istri yang cakap” yang dengan penuh tanggungjawab menggunakan talenta yang dimiliki dan mengamalkan perannya sebagai istri lewat pekerjaan rumah tangga, pelayanan kepada suami, kepedulian kepada sesama, terutama orang miskin. Karena tanggungjawabnya ini, ia layak mendapat bagian dari hasil karya tangganya, dan dipuji karena perbuatan-perbuatannya.
Tanggungjawab menggunakan talenta yang tersirat dalam bacaan pertama dalam sosok istri yang cakap, dipaparkan dalam Injil. Digambarkan ibarat seseorang yang mau bepergian ke luar negeri memercayakan hartanya kepada hamba-hambanya. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua dan seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya. Dua hamba pertama menjalankan talentanya dan beroleh lama 100 %. Sedangkan hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya.
Dari sikap masing-masing yang ditunjukkan para hamba itu, jelaslah konsekuensi yang akan diterima. Sang tuan yakni Yesus menegaskan dua hamba pertama itu sebagai hamba yang “baik dan setia”, sedangkan hamba ketiga itu hamba yang “jahat dan malas”. Dalam bacaan ditekankan “saat pertanggungjawaban” tentang talenta itu, yakni zaman dan masa kedatangan Tuhan. Paulus menggambarkan bahwa hari itu akan datang seperti pencuri pada malam hari. Maka jangan terlena dalam tidur yang lelap tetapi selalu sadar dan berjaga-jaga.
Maka kepada setiap orang yang sudah dibabtis harus mempertanggungjawabkan talenta berupa bakat dan kemampuan karena suatu saat Tuhan akan datang meminta pertanggungjawaban kita. Kita harus menjalankan talenta, mengasah dan memanfaatkannya demi kebaikan bersama. Orang yang memendam talenta adalah orang yang tidak bertanggungjawab, yang tidak peduli bagaimana meperlakukan karunia yang telah diterimanya. Orang-orang yang seperti ini tidak hanya disebut “hamba yang jahat dan malas”, tetapi juga akan disebut hamba yang tidak berguna dan harus dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Maka kita harus senantiasa menyadari akan besarnya tanggungjawab kita terhadap karunia,  bakat, kemampuan, yang diberikan Tuhan kepada kita. Janganlah kita terlena dan asyik sendiri, sehingga tidak memikirkan masa depan yang tak terhindarkan, sehingga kaget dengan datangnya Sang Tuan, tetapi tak dapat berbuat-apa-apa. Maka apa yang kita buat sekarang diharapkan sebagai saham atau modal di masa yang akan datang. Dengan demikian Sabda Allah menjadi pendorong dan semangat serta pelita dalam hidup kita.  



MENANGGAPI SABDA TUHAN

16.       AKU PERCAYA

-               Diawali oleh Pemimpin/ pendamping (yang bukan petugas homili) dengan Ajakan:

P          Saudara sekalian, marilah menganggapi Sabda Tuhan
            dengan mengucapkan syahadat.

Syahadat Para Rasul

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang mahakuasa, Pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa;
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal. Amin.

17.       DOA UMAT                                                                                                                       Berdiri
-               Pembuka dan penutup dibawakan oleh pemandu/pemimpin
-               Ujud doa dibawakan oleh wakil umat.
-               Intensi umat dibawakan oleh Pemimpin sendiri.

P1        Allah Bapa mahakuasa,
     manusia telah Kauciptakan menurut citra dan gambaran-Mu,
     namun kami menyadari bahwa keluhuran panggilan kami
     kurang kami kembangkan. Karena itu, dengarkanlah doa-doa kami ini:

1.        Bagi Gereja yang kudus
Semoga kita selalu berusaha mewujudkan citra hidup kita
yang sedemikian luhur dengan mengembangkan
segala bakat dan kemampuan yang kita miliki,
sehingga pada saat ajal, kita pantas menikmati Kerajaan Surga.
Marilah kita mohon…

2.        Bagi bangsa dan negara kita
Kita bersyukur karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang aneka ragam,
memiliki berbagai suku bangsa dalam kesatuan bhinneka tunggal ika.
Semoga keindahan bangsa dan negara kita senantiasa diberkati Tuhan
dengan kemajuan-kemajuan yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Marilah kita mohon…         

3.        Bagi orang miskin dan menderita
Semoga Allah yang berbelaskasih
melimpahkan rahmat dan bantuan bagi mereka yang berkekurangan
sehingga dalam keterbatasannya mereka merasakan kebahagiaan dan kedamaian hati.
Marilah kita mohon…

4.        Untuk intensi khusus
Semoga keluarga-keluarga kita semakin menyadari perannya
sebagai tempat persemaian dan pertumbuhan cinta kasih
yang akan mempengaruhi lingkungan sekitar.
Marilah kita mohon…

5.        Bagi kita yang berhimpun di sini
Semoga bakat dan talenta yang telah kita terima dari Allah
dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
demi kemajuan dan perkembangan Gereja dan masyarakat.
Karena itu, kita mohon
semoga Roh Kudus menguatkan hati kita agar memiliki rasa percaya diri
untuk mengembangkan bakat-bakat dan talenta itu.
Marilah kita mohon…

P1        Marilah kita hening sejenak untuk menyampaikan permohonan dalam hati kita masing-
     masing… (hening sejenak)
P1        Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu,  
     semoga Engkau berkenan mengabulkannya.
     Semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U         Amin.

18.       KOLEKTE (PS No. 382)                                                                                                     Duduk

19.       DOA PUJIAN                                                                                                                                                          Berdiri

P2        Saudara-saudari terkasih,
            sadar akan karya penyelamatan Allah bagi kita,
            marilah kita memuji Dia.
P2        Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan
U         Sungguh besar karya-Mu ya Tuhan

1.               Kami memuji nama-Mu, ya Bapa,
     Engkau telah mengangkat kami menjadi putra-putra-Mu.
     Maka kami memuji Engkau:

2.               Karena kasih-Mu yang besar, Engkau memelihara kami
    dengan menyediakan segala yang kami perlukan untuk hidup.
    Maka kami memuji Engkau:

3.              Ketika kami berdosa dan menjauhkan diri dari-Mu,
    Engkau tidak membiarkan kami binasa.
    Sebaliknya Engkau mendekati kami
   dalam diri Yesus Putra-Mu.
   Melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya,
   Engkau membebaskan kami dari kuasa dosa dan maut.
   Maka kami memuji Engkau:

4.           Engkau telah megutus Roh Kudus
  untuk membimbing dan mendampingi hidup kami,
  sehingga kami dapat ambil bagian
  dalam pewartaan kabar gembira.
  Maka kami memuji Engkau:

5.          Engkau memanggil kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu,
  sebagai pengikut-pengikut-Nya.
 Dengan ini kami ambil bagian dalam hidup-Nya.
 Maka kami memuji Engkau:

20.       RITUS KOMUNI

Dalam Ibadat Sabda oleh KWI diberi kemungkinan untuk menyambut komuni. Kebijakan pastoral untuk KAM kemungkinan untuk menyambut komuni masih harus dipertimbangkan. Akan tetapi umat diajak untuk menghayati sikap rindu untuk komuni. KAM menyediakan dua pilihan doa untuk tanpa komuni yaitu Doa Komuni Batin (KWI) dan Doa Persatuan Tubuh Kristus (TPS KAM).

P          Saudara-saudari,
     pada perayaan ini kita tidak menyambut komuni kudus,
    maka bersama dengan saudara-saudara separoki
    yang menyambut komuni,
    marilah menghayati kehadiran Tuhan
    yang kita rindukan di dalam hati kita.

Hening sejenak

Apabila ada sakramen mahakudus untuk orang sakit dan adorasi, maka Sakramen itu diambil dari tabernakel dan ditahtakan di atas altar, beralaskan kain korporale  (bdk. ES No. 83 dan EM no. 61). Seseudah itu P1 mengajak umat mendoakan Bapa Kami.

21.       BAPA KAMI                                                                                                                      Berdiri

P1              Atas petunjuk penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi,
maka beranilah kita berdoa.
Bapa kami …

22.       SALAM DAMAI

-               Dapat dilaksanakan Salam Damai (fakultatif)
-               Pendamping mengajak untuk mengadakan Salam Damai.

P2        Marilah kita saling memberikan salam damai.

-               dilaksanakan oleh Umat yang duduk berdekatan.

22. DOA KOMUNI BATIN                                                                                                      Berlutut

Sesudah salam damai Pemimpin/Pendamping mengarahkan umat untuk melaksanakan Doa Komuni Batin, dengan ajakan sbb:

P     Saudara-saudari terkasih,
Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih
karena firman yang telah kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,
kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,
demikian juga kamu tidak berbuah,
jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:3-4).
Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan
untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang kini hadir bersama kita. 
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P1        Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U         Yesus, datanglah, …

Seruan di atas diulangi tiga kali.
Saat hening secukupnya. Dapat diiringi musik atau lagu yang meditatif.

Atau

23.       DOA KESATUAN TUBUH KRISTUS                                                                          Berlutut

P          Ya Bapa,
            Engkau telah memanggil kami menjadi satu umat
            dengan Engkau sendiri sebagai Allah kami.
            Lewat pembabtisan dalam satu Roh,
            Engkau telah menghimpun kami
            menjadi satu Tubuh Kristus sendiri
            sehingga sekalipun banyak kami tetap satu tubuh.
U         Semoga Putra-Mu berkenan hadir dan bertahta di hati kami.
P          Dan hari ini Engkau menghimpun kami
            supaya kami menyadari kesatuan kami;
            sekaligus Engkau menyadarkan
    bahwa kami merupakan bagian
    dari Tubuh Kristus yang lebih luas,
    yakni jemaah beriman separoki, sekeuskupan,
    bahkan jemaah beriman seluas dunia.
U         Semoga Putra-Mu berkenan hadir dan bertahta di hati kami.
P          Semoga Roh Kudus, Roh kesatuan-Mu
     senantiasa mengobarkan semangat kesatuan
     dalam diri kami,
     sehingga dari hari ke hari
     kami giat membangun diri menjadi tubuh Kristus.
     kesatuan seluruh jemaah ini pula
     kami berdoa bagi seluruh pemuka umat:
     ketua lingkungan, ketua stasi, pastor paroki,
     uskup, dan terutama Bapa suci.
     Semoga dengan kekuatan-Mu
     mereka dapat membina dan mengokohkan
    kesatuan umat yang Kaupercayakan kepada mereka,
    agar misteri Gereja sebagai Tubuh Kristus
    sungguh menjadi kenyataan di tengah masyarakat.
    Sebab Kristuslah Tuhan dan pengantara kami,
    yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus
    hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
U        Amin.

Sesudah komuni batin, pemimpin mengajak umat melambungkan madah syukur dengan Mazmur berikut:                                   Berdiri
  
       Jiwaku memuliakan Tuhan, *               
dan rohku bersukaria karena Allah, penyelamatku,
sebab Ia telah memperhatikan enghinaan terhadap hamba-Nya. *
maka mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku “yang bahagia”.
Sebab Yang Mahakuasa telah mengerjakan perbuatan besar dalam diriku *
kuduslah nama-Nya.
dan kerahiman-Nya berlangsung turun-temurun *
atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kekuasaan dengan lengan-Nya, *
                        Ia mencerai-beraikan orang yang congkak hati.
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya *
dan meninggikan orang yang hina dina.
Ia mengeyangkan orang lapar dengan kebaikan *
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.
Ia menolong Israel, hamba-Nya, *
karena ingat akan kerahiman-Nya.
Seperti Ia janjikan kepada nenek moyang kita, *
Abraham dan keturunannya sepanjang segala abad. 

RITUS PENUTUP

24.       DOA PENUTUP                                                                                                                 Berdiri

-               Pemimpin membawakan Doa Penutup dari kursi  pemimpin.
-               Teksnya dikutip dari PSHMR dan dapat disusun sendiri.

P          Marilah berdoa. Hening
P          Ya Bapa yang mahabaik,
     kami bersyukur kepada-Mu
     atas anugrah sabda kehidupan
    yang telah Kau sampaikan dalam perayaan suci ini.
   Semoga dalam kekuatan angugrah-Mu,
   kami lebih bertanggungjawab
   dalam menggunakan aneka talenta dan bakat
   yang Kaupercayakan kepada kami,
   supaya pada hari kedatangan Kristus kelak
   kami didapati setia memikul tanggungjawab
   dan dipandang pantas masuk dalam kebahagiaan abadi bersama Dia.
   Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami,
   yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U       Amin.

25.       PENGUMUMAN                                                                                                            Duduk

26.       AMANAT SABDA
P1        Saudara-saudari terkasih.
     Bagaimana nasib hidup kita setelah meninggal dunia ini?
    Bagaimana harus mempertanggungjawabkan segala bakat
   dan talenta yang telah diberikan Tuhan kepada kita?
   Dua pertanyaan ini harus kita renungkan baik-baik.
   Sekurang-kurangnya dalam hidup bersama sebagai umat
   di komunitas basis, stasi, dan paroki ini kita diharapkan
   aktif ambilbagian dalam berbagai kegiatan kelompok.
27.       MOHON BERKAT                                                                                                            Berdiri

Ajakan dibawakan oleh pendamping dan doanya oleh Pemimpin.

P2        Saudara-saudari terkasih,
     sebelum mengakhiri perayaan ini
     marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.

Hening sejenak.

Apabila perayaan Sabda dipimpin oleh awam (bukan diakon) maka rumusannya sbb:
P             Semoga Tuhan memberkati kita,
     melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

Sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri.

     Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.             
U         Amin.

28.       PENGUTUSAN

Pendamping menyampaikan pengutusan, dengan berkata, misalnya:
P2        Saudara sekalian,
     Perayaan Sabda pada hari Minggu ini sudah selesai.
U         Syukur kepada Allah.
P2        Marilah pergi, kita diutus Tuhan
     untuk mewartakan Kabar Gembira bagi banyak orang.
U         Amin.

29.       NYANYIAN PERUTUSAN           PS No. 1031
Para petugas berarak pulang diiringi dengan lagu perutusan.
Perarakan pulang membawa salib perarakan.